Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

GARUDA SVETA-RAKTA-KHAGAH: SANG GARUDA MERAH PUTIH PEMBEBAS DARI PENJAJAHAN

GARUDA SVETA-RAKTA-KHAGAH: SANG GARUDA MERAH PUTIH PEMBEBAS DARI PENJAJAHAN
(Tulisan Pertama dari Tiga Tulisan)

Oleh: Dr. Bambang Noorsena

Alkisah, seekor kuda bernama Uccaihsrawa secara ajaib muncul ketika pengadukan gunung Mandara (Mandaragiri) untuk memperoleh tirta amerta. Pada suatu hari Winata dan Kadru, dua istri Bagawan Kasyapa, memperdebatkan warna kuda itu. "Putih", kata Winata. "Tidak semua", bantah Kadru, "ada warna hitam pada kakinya". Karena saling silang pendapat itu, mereka bertaruh dan siapa yang kalah akan menjadi budak. Keduanya akan menyaksikan langsung sosok Uccaihsrawa dari dekat, esok paginya.

Sebelum taruhan itu terjadi, Kadru menceritakan rencana itu kepada anak-anaknya, yaitu para naga. "Warna Uccaihsrawa itu putih belaka, Bunda!", kata para naga. Kadru yang cemas akan kalah, menyuruh anak-anaknya untuk memercikkan bisa ular ke ekor kuda itu supaya ada bercak warna hitamnya. Para naga mula-mula tidak mau, karena …

3 mile-an-hour God: the speed of Love

3 mile-an-hour God: the speed of Love


Shalom, all brothers and sisters in Jesus Christ. Do you realize that our life can be summarized in one word: faster.
Anything we do, we do that faster and faster. Read fast. Eat fast. Speak fast. Walk fast. Drive fast. Pray fast. And so on.
Sometimes we forget that God want to walk with us at 3 mile an hour speed. As a Christian blogger wrote recently:(1)

John 9:1 says, "As he passed by, Jesus saw a man blind from birth." What if he was driving, running, or in a hurry? Instead, Jesus moved with a pace at which he could "see." He saw the man. He saw his need and he had compassion.

A Japanese theologian named Kosuke Koyama wrote a book called Three Mile an Hour God. In it he wrote:
"Love has its speed. It is a different kind of speed from the technological speed to which we are accustomed. It goes on in the depth of life at 3 miles per hour. It is the speed we walk and therefore the speed the love of God walks.&qu…

Prau Layar

Prau Layar

Oleh Victor Christianto


Mark 4:37 >>
Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.

(Artikel ini akan saya tulis singkat saja)*

Pendeta Wahyu Pramudya agaknya penggemar berat lagu Gereja Bagai Bahtera, setidaknya itulah kesan yang saya dapat ketika dalam suatu seminar yang diadakan BPMSW Jatim, beliau mengajak semua peserta agar menyanyikan lagu tersebut dengan segenap hati. Di sela-sela bait demi bait, beliau menyatakan bahwa ada banyak jemaat yang sok tahu dst dst.. Saya tidak akan komentari ini, karena memang begitu bunyi lirik lagu tersebut.

Jadi teringat akan sebuah lagu yang memberi kesan mendalam pada saya. Ketika itu sekitar 2015 saya bekerja di Surakarta di sebuah lembaga kristen, dan setiap selasa sore, pulang kerja teman-teman berlima termasuk saya akan pergi ke suatu rumah joglo milik salah satu tokoh negeri ini. Kami dipersilakan berlatih gamelan sepuasnya, dengan seorang…