Postingan

Penjelasan LAI - Meluruskan Fakta Yang Dipelintir Tentang Terjemahan LAI

Meluruskan Fakta Yang Dipelintir Tentang Terjemahan LAI
Kampanye yang menolak kata "Allah" dalam Alkitab dilancarkan kalangan tertentu dengan memelintir fakta sesungguhnya tentang sikap pemerintah RI tentang terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI).  Pemerintah RI TIDAK mengintervensi penerjemahan Alkitab dan malah mempercayakan tugas itu kepada LAI. LAI adalah badan hukum yang diakui Negara dan ditunjuk oleh Pemerintah sebagai Lembaga yang berhak dan berwenang untuk menerjemahkan, mencetak dan menyalurkan Kitab Suci/Alkitab (SK Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor: DJ.III/KEP/HK.00.5/77/2011).

Sejak berdirinya pada tanggal 9 Februari 1954, LAI telah menjadi mitra gereja-gereja di Indonesia dan diberi mandat dalam menerjemahkan, mencetak, dan menerbitkan Alkitab.

Visi pelayanannya yang ekumenis mendapat pengakuan juga dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Karena itu LAI tidak akan menerbitkan terjemahan Alkita…

HISTORISITAS DAN RELIGIUSITAS GARUDA PANCASILA (Oleh Dr. Bambang Noorsena)

HISTORISITAS DAN RELIGIUSITAS GARUDA PANCASILA
(Tulisan terakhir dari Tiga Tulisan)

Oleh Dr. Bambang Noorsena

1. PURWAKA

Sejarah Garuda Pancasila menarik untuk kita telusuri, bukan hanya dari proses penetapannya secara yuridis sebagai lambang negara, tetapi juga akar filosofis dan makna religiusitasnya. Garuda Pancasila, pada lehernya bergantung rantai perisai menyerupai jantung dengan kepala menoleh ke kanan, dan kakinya mencengkeram pita putih yang bertuliskan sesanti "Bhinneka Tunggal Ika" (Berbeda-beda tetapi Satu).  Apakah sebenarnya maknanya yang lebih mendalam bagi kita?

2. HISTORISITAS GARUDA PANCASILA

Beberapa tahun setelah kemerdekaan kita, Belanda baru mengakui kedaulatan Indonesia melalui Konferensi Meja Bundar pada tahun 1949.  Setiap negara di dunia memiliki lambang negaranya masing-masing, maka sudah seharusnya Indonesia juga memiliki lambang negara yang menjadi kebanggaan kita. Karena itu, urgensi lambang negara dirasakan oleh bangsa Indonesia yang ba…

Sejarah nama Indonesia

Sejarah nama Indonesia

Ringkasan
Meski kepulauan yang dikenal sebagai "Dwipantara" sudah dikenal dalam sastra kuno India seperti Mpu Valmiki, namun kata Indonesia diusulkan pertama kali oleh sarjana Skotlandia bernama James Richardson Logan.

Lihat kutipan berikut:*
"Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago ("Etnologi dari Kepulauan Hindia"). Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan yang sekarang dikenal sebagai Indonesia, sebab istilah Indian Archipelago ("Kepulauan Hindia") terlalu panjang dan membingungkan. Logan kemudian memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia."

Tentu tidak perlu dihubung-hubungkan dengan Logan yang wolverine itu lho...:-)
Artikel ini diunggah di sini untuk memberikan gambaran yang lebih otentik tentang as…

RUMAH SANG GARUDA DI TANAH NUSANTARA

CATATAN INDIA DARI ABAD PERTAMA: RUMAH SANG GARUDA DI TANAH NUSANTARA
(Tulisan kedua dari Tiga Tulisan)

Oleh Dr. Bambang Noorsena 

1. PURWAKA

Pada waktu pemgusulan rancangan lambang negara, Partai Masyumi menolak simbol garuda Pancasila yang berbadan manusia, karena mirip dengan mitologi. Namun kalau kita meminjam definisi Mircea Eliade, mitos sebagai "simbol-simbol yang dikemas dalam bentuk naratif", justru maknanya positif. Mitos menceritakan hal yang sakral, yaitu kehidupan ilahi yang adikodrati", yang ternyata bisa menjadi sangat dekat dengan kehidupan manusia (Daniel L. Pas, 2001:269). Dalam makna yang demikian, mitos bukanlah sekedar dongeng belaka, melainkan justru bisa menjadi kekuatan luar biasa dalam menarasikan simbol-simbol dan ide-ide besar sebuah bangsa, khususnya pada saat-saat revolusi kemerdekaan Indonesia.

Istilah  गरुड "garuda" telah diadaptasi dari bahasa Sanskerta, kendaraan Wishnu yang aslinya sejenis burung elang rajawali.  Seja…

Setelah Hilang Selama 500 Tahun, Injil Langka Kembali Ditemukan

Gambar
Setelah Hilang Selama 500 Tahun, Injil Langka Kembali Ditemukan 
Zahrina Yustisia Noorputeri
© Disediakan oleh Kumparan Injil Langka di Katedral Canterbury Setelah hilang selama 500 tahun, sebuah Injil berukuran buku saku yang berasal dari abad ke-13 berhasil ditemukan kembali oleh Katedral Canterbury, Inggris.Katedral Canterbury menemukan Injil ini dijual di London seharga 100.000 poundsterling atau sekitar Rp 1,85 miliar. Injil tersebut dibeli dengan menggunakan dana hibah dari National Heritage Memorial Fund sebesar 96.000 pounds (Rp 1,7 miliar) dan sisanya didapatkan dari uang hasil donasi.Injil dari Abad Pertengahan tersebut diberi nama Lyghfield Bible. Injil itu merupakan milik seorang biarawan katedral tersebut di masa itu. Injil tersebut diduga diproduksi di Paris. Bahasa yang digunakan dalam Injil tersebut adalah bahasa Latin dan kertas yang digunakan merupakan kertas perkamen yang mirip tisu.Halaman dalam Injil diberi hiasan dan ini merupakan satu-satunya Injil dari Abad P…